fbpx
preloader

UR 101 Cermi SS #121 Etika Jual Beli dalam perspektif Agama

Pada hari Rabu, 26 Oktober saya mengikuti Sharing Santai 121 tentang Etika Jual Beli dalam Berbisnis menurut Perspektif Agama yang dibawakan oleh Bapak Muschlishina Madani

Paparan Materi Bapak Muschlishina Madani

Dalam Jual beli terdapat 3 Perkara yaitu:

  1. Menjual barang yang terlihat, barang-barang tersebut harus suci, memiliki manfaat dan orang yang memiliki transaksi mempunya hak terhadap barang tersebut
  2. Menjual barang yang diberi sifat yang masih menjadi Tanggungan
  3. Menjual barang samar yang tidak terlihat oleh kedua orang yang melakukan akad

Akad Salam (pemesanan) akah sah apabila terpenuhi 5 syarat dibawah ini:

  1. Barang itu dapat dipastikan keadaannya dengan sifat
  2. Barang itu adalah sejenis barang yang tidak bercampur aduk dengan jenis-jenis lainnya
  3. Barang itu tidak terkena api untuk (maksud) diubahnya (tidak dimasak)
  4. Barang itu bukan yang ditentukan
  5. Barang itu bukan juga sebagian dari barang-barang yang ditentukan (ditunjuk)

Untuk menjadi sah akad salam ada 8 syarat :

  1. Barang yang dipesan hendaklah menyifati barang itu setelelah menyebutkan jenis dan macamnya dengan sifat-sifat yang (dapat) membedakan harga barang itu dengan yang lainnya
  2. Harus menyebutkan kadar ukuran atau takarannya dengan keterangan
  3. Kalau pesanan barang yang tidak diterima langsung maka yang dipesan harus menyebutkan waktu pengiriman
  4. Barang itu pada umumnya harus ada pada waktu yang dijanjikan
  5. Yang dipesani harus menyebutkan tempat serah terima barang pesanan itu
  6. Haruslah harga yang sudah diketahui
  7. (Pemesanan kepada yang dipesani)  harus membayar harga barang pesanan tersebut sebelum berpisah
  8. Akad pemesanan (salam) itu harus terus jadi, tidak boleh dimasuki khiyar bersyarat

Etika Jual Beli

  1. Jujur/Terbuka/Transparant
  2. Menjual barang yang halal
  3. Menjual barang dengan kualitas yang baik
  4. Tidak menyembunyikan cacat pada barang
  5. Murah hati pada customer
  6. Tidak melalaikan sholat dalam berdagang

Kesimpulan

Dalam Islam pelaku bisnis tidak hanya mencari keuntungan (profit) tapi juga suatu berkah yang di ridhoi oleh Allah SWT. Melakukan atau memulai bisnis harus dengan JUJUR tidak perlu ragu untuk meminta maaf kepada pelanggan apabila kita tidak bisa memberikan kualitas barang yang diinginkan serta berjanji untuk memperbaikinya kedepan. Pembeli apabila diperhatikan dan diselesaikan masalahnya dengan baik akan menjadi PELANGGAN

Related Post

Leave a Reply