preloader

Assignment 8 – Epsa PK2 – UR101W

Pertanyaan :

1. Jelaskan definisi Salam!

Jawab.

Salam menurut bahasa ialah menyegerakan dan mendahulukan uang pembayaran (modal). As-Salam atau disebut juga As-Salaf yaitu istilah dalam bahasa arab yang mengandung makna “penyerahan”. Sementara para fuqaha’ menyebutnya dengan al-Mahawi’ij artinya adalah sesuatu yang mendesak, karena jual beli tersebut barangnya tidak ada di tempat, sementara dua belah pihak yang melakukan jual beli dalam keadaan terdesak. Jual beli salam ini biasanya berlaku untuk jual beli yang objeknya adalah agrobisnis misalnya, gandum, padi, tebu dan sebagainya.

2. Sebutkan dalil yang menjelaskan tentang hukum Salam!

Jawab.

  • Q.S Al-baqarah ayat 282

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ

Artinya ” Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu berhutang satu sama lain, sampai kepada waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskan hutang itu…”.

  • Hadis riwayat Ibn Majah

Artinya: Dari Shuhaib ra, bahwasanya Nabi SAW berkata; ada tiga hal yang padanya berkah yaitu jual beli tangguh, jual beli muqaradhah (mudharabah) dan mencampur gandum dengan tepung untuk keperluan dirumah sendiri bukan untuk dijual.

Dengan dasar dua dalil ini, maka transaksi atau jual beli dengan salam dibolehkan. Tujuannya adalah memperoleh kemudahan dalam menjalankan bisnis, karena barangnya boleh dikirim belakangan. Jika terjadi penipuan atau barang tidak sesuai dengan pesanan, maka nasabah atau pengusaha mempunyai hak khiyar yaitu berhak membatalkannya atau meneruskannya dengan konpensasi seperti mengurangi harganya.

3. Sebutkan dan jelaskan lima rukun Salam!

Jawab.

Adapun rukun salam diantaranya :

1. Pembeli (muslam)

  • Harus mengerti hukum.
  • Suka rela, tidak dalam keadaan dipaksa atau terpaksa atau merasa ditekan.

2. Penjual (muslam ilaihi)

Untuk penjual syaratnya sama seperti pembeli.

3. Ra’s al-mal (harga pesanan atau modal yang dibayarkan)

  • Hukum awal yang berkaitan dengan pembayaran adalah bahwa ia harus dalam bentuk uang tunai.
  • Modal harus diserahkan pada saat akad (tunai): modal dalam bentuk hutang tidak diperbolehkan karena akan berdampak pada jual beli hutang dengan hutang. Demikian pembayaran salam tidak boleh berbentuk pembebasan kewajiban yang harus dibayar oleh muslam ilah (penjual/penerima pesanan). Hal ini merupakan untuk mencegah praktek riba melalui mekanisme salam.

4. Barang yang dipesan (muslam fihi)

  • Dibentuk dengan sifat-sifat tertentu, jenis, kualitas dan jumlahnya.
  • Harus bisa diidentifikasi secara jelas agar mengurangi kesalahan akibat kurangnya pengetahuan tentang macam barang tersebut, tentang klasifikasi kualitas serta mengenai jumlahnya.
  • Penyerahan barang dilakukan pada saat berada dimajelis akad.
  • Tempat penyerahan barang harus disepakati oleh pihak-pihak yang berakad.

5. Sighat (Ijab dan Qabul)

  • Harus jelas disebutkan secara spesifik dengan siapa berakad.
  • Antara ijab dan qabul harus selaras baik dalam spesifikasi barang maupun harga yang ditentukan bersama.
  • Tidak mengandung hal-hal yang bersifat menggantungkan keabsahan transaksi pada kejadian yang akan datang.
  • Akad harus pasti, tidak ada khiyar syarat.

4. Sebutkan Syarat-syarat Salam!

Jawab.

Syarat-syarat salam diantaranya :

  1. Menjelaskan jenis barang yang dipesan dan jenis modal.
  2. Menjelaskan macamnya.
  3. Dijelaskan sifatnya.
  4. Dijelaskan bilangannya bagi barang yang dihitung dan dijelaskan ukurannya bagi barang yang diukur .
  5. Dijelaskan kadarnya, takarannya bagi barang yang ditakar, timbangannya bagi barang yang ditimbang, hitungannya bagi barang yang dihitung.

5. Bagaimana akad salam seharusnya dilakukan?

Jawab.

Adapun langkah-langkah akad salam yang benar yaitu :

  1. Penjual menunjukan spesifikasi barang dengan sejumlah pilihan kepada pembeli.
  2. Pembeli menentukan pilihan spesifikasi yang dikehendaki lengkap dengan harga yang disepakati.
  3. Penjual mencarikan barang yang dipesan tersebut di “gudang penyimpanan”.
  4. Pihak pemesan boleh untuk tidak menyerahkan uang dulu kepada penjual.
  5. Akad jual beli bisa dibatalkan bila barang tidak sesuai dengan spesifikasi harga yang dipesan.

Selain rukun dan syarat, kedua pihak yang bertransaksi hendaknya memperhatikan etika tertentu. Diantaranya yaitu :

  • Masing-masing pihak bersikap jujur, ikhlas, dan amanah dalam perjanjian-perjanjian yang telah dibuat.
  • Penjual memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan.
  • Pembeli tidak menolak barang-barang yang telah dijanjikan dengan membuat berbagai alasan palsu.
  • Apabila barang yang dibawa sedikit tidak sesuai dengan syarat-syarat yang telah dibuat, masing-masing pihak mencari keputusan yang sebaik-baiknya.

Status :

100% diselesaikan

Keterangan :

Dikerjakan dengan baik.

Related Post

Leave a Reply